Onani Saat Bulan Puasa Ramadhan, Bagaimana Hukumnya?

Masturbasi onani

Spermasubur.comOnani atau Masturbasi saat bulan puasa ramadhan merupakan kondisi seseorang mengeluarkan air mani, tanpa melakukan persetubuhan dengan lawan jenis, melainkan hanya dengan tangan atau bantuan alat. Menurut para ulama Maliki, Syafi’i dan Hambali, hukum melakukan onani saat bulan puasa dengan menggunakan tangan atau yang lainnya adalah haram, dan itu bisa membatalkan puasa seseorang yang melakukannya.

Menurut Hanafi dan Syafi’i, tidak ada Kafarat (penebus atau qodho) setelah onani meskipun itu membatalkan puasa. Berbanding terbalik dengan Maliki, onani menjadikannya berbuka puasa tanpa adanya jima, karena itu wajib bagi seseorang yang melakukannya untuk kafarat.

Al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II halaman 1159 pun menyebutkan, jika seseorang mengeluarkan maninya dengan sendiri “paksaan” saat puasa, maka sangat diwajibkan untuk melakukan kafarat atau qodho. Pada intinya, seseorang yang melakukan onani pada bulan ramadhan, terutama pada siang hari, dapat membatalkan puasanya, dan diwajibkan untuk bertaubat kepada Allah dengan cara mengqodho puasanya.

Baca juga : Penyebab Motilitas Sperma Rendah

Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, Telah datang kepada Rosulullah seorang laki-laki, lalu berkata “Aku telah celaka wahai Rosulullah.” Rosul pun menjawab, “Apa yang membuatmu celaka?”

Laki-laki : Aku telah menyetubuhi istriku di bulan Ramadhan ini.”
Rosulullah : Punyakah kamu sesuatu untuk membebaskan budak-budak?
Laki-laki : Tidak.
Rosulullah : Sanggupkah kamu berpuasa selama dua bulan terus-menerus?
Laki-laki : Tidak.
Rosulullah : Apakah kamu memiliki sesuatu untuk memberikan makan enam puluh orang miskin?
Laki-laki : Tidak.

Lalu, Rosul pun terdiam beberapa saat sampai sekeranjang kurma mendatanginya, lalu berkata “Silahkan, sedekahkanlah sekeranjang kurma ini,” kata Rosul kepada laki-laki tersebut. Kemudian, laki-laki itu menjawab “Adakah orang yang lebih miskin dari kami, yang tinggal di tempat diantara dua batu hitam penghuni rumah.” Rosul pun tertawa mendengarnya, lalu berkata, “Pergilah dan berikanlah ini kepada keluargamu.” (HR. Jama’ah)

One thought on “Onani Saat Bulan Puasa Ramadhan, Bagaimana Hukumnya?

  1. Good post. I learn something totally new and challenging
    on blogs I stumbleupon every day. It will always be interesting to read articles from other writers and use a
    little something from their web sites.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *